KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#035 Belanda Jago Tani. Salt-Soil Potatoes, Yummy!

Leave a comment

Oleh Lunyka Adelina Pertiwi

Belanda memang dikenal dengan teknologi kanal dan road safety-nya yang canggih. Namun di sisi lain, jiwa pioner bangsa Belanda juga tercurah pada sektor agrikultur.

Gambar: Kumpulan Kentang

Lebih dari 50 percent dari 41.500 km² lahan di Belanda digunakan untuk pertanian [1]. 10 percent dari total perekonomian Belanda pun digerakan oleh sektor pertanian yang merangkul sekitar 50.000 petani. Tidak heran jika Belanda adalah eksportir hasil pertanian kedua terbesar di dunia dengan rata-rata ekspor diatas 50 milyar euro/tahun. Data terakhir bahkan menyebutkan nilai ekspor agrikultur 72,2 milyar euro pada 2011 melambung hingga angka 75,4 milyar euro di tahun 2012 [2]. Dan komoditas pertanian andalan negeri berpenduduk 16,4 juta orang ini adalah bit, kentang, gandum, tomat, timun dan berbagai jenis bunga dan umbi.

Yang patut diacungi jempol segala pencapaian ini justru membuat para peneliti Belanda tidak berhenti putar otak untuk membawa sektor pertaniannya menuju puncak paling tinggi. Terlebih lagi mereka sangat sadar bahwa tantangan dalam menjamin food security (keamanan pangan) bagi negaranya semakin berat.

Sebagian orang mungkin terkaget mendengar jika kurang lebih 125.000 hektar tanah pertanian di Belanda tidak ramah bagi perkembang biakan banyak tanaman [3] termasuk kentang. Kondisi ini disebabkan oleh naiknya air laut, perubahan iklim dan temperatur kering. Dan biasanya tanahnya bersifat salty yang diprediksi pula luasnya akan terus bertambah tahun demi tahun.

Fakta tersebut mendorong  pakar science Arjen de Vos dari Universitas Vrije Amsterdam  mengadakan eksperimen terhadap 30 varietas kentang hasil persilangan di kepulauan Texel, utara Amsterdam yang dimulai 2009.

Gambar : Lahan Kentang di Texel[4]

Pemilihan objek percobaan berupa kentang diyakini karena kentang memiliki ekonomis yang tinggi dimana semua orang dari segala umur dapat menikmatinya.

Hebatnya, banyak pihak yang antusias membantu keberlangsungan eksperimen ini.  Tiga perusahaan agrobisnis, Fobek, Biemond, dan Zilt Proefbedrijf tak segan segan memberikan bantuan, salah satunya pendirian “stasiun research” di Texel.

Ini cukup membuat kagum, bahwa komunitas non-science di Belanda sangat menghargai banyak aktivitas penelitian dengan begitu mereka tergerak  berkontribusi layaknya pioner itu sendiri.

Hasilnya, meskipun 28 varietas tidak dapat bertahan hidup, paling tidak pada tahun 2011 telah dinyatakan 2 jenis kentang dapat  dipanen. Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa eksperimen yang tanpa melibatkan rekayasa genetik apapun serta hanya mengandalkan pada ketepatan ilmu pengetahuan, keterampilan serta kepekaan meyilangankan kentang bibit unggul dengan kentang yang resistan terhadap air dengan kadar garam, mampu menciptakan kentang pertama di dunia yang toleran ditanam di tanah yang berkadar garam di atas rata rata.

Salt-soil potatoes ini merupakan masa depan sektor pangan  dan dapat menjadi solusi ditengah semakin menyusutnya volume air bersih untuk irigrasi tani dan kualitas tanah. Selain itu, varietas baru ini bagus bagi penyegaran bisnis pertanian dimana petani memperoleh cara alternatif untuk memproduksi makanan pokok sekaligus memuaskan konsumen yang sifat aslinya adalah akan selalu mencari cita rasa berbeda untuk memanjakan lidah mereka.

Akhirnya, salt-soil potatoes adalah bukti yummy-nya semangat sang pioner yang justru tumbuh karena  ditempa  situasi alam yang tidak sempurna.

Referensi

[1]http://www.hollandtrade.com/sector-information/agriculture-and-food/?bstnum=4909

[2]http://www.government.nl/news/2013/01/17/agricultural-exports-rise-to-75-billion.html

[3]http://buzzaurus.com/food/growing-potatoes-in-saline-soil/

[4]http://www.freshplaza.com/news_detail.asp?id=83917

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s