KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#034 Lupakan Sejenak Hollywood dan Bollywood. Belanda, Negara Cinta Film

1 Comment

Oleh Lunyka Adelina Pertiwi

Jika bicara negara dengan distribusi film paling massive, secara spontan di benak mengatakan Amerika dan India. Akan tetapi perihal pelestarian film, mari kita coba pindahkan lirikan mata ke Belanda.

Gambar: Film Gestoorde Hengelaar

Belanda sebetulnya merupakan salah satu negara yang mempunyai budaya film yang sangat kuat. Sudah tidak terhitung jumlah film Belanda yang didaftarkan pada berbagai festival film internasional dan dinominasikan di Academy Award. Bahkan film film Belanda sering memenangkan Piala Oscar Contohnya, Antonia di tahun 1995 dan Character di tahun 1997 untuk kategori film berbahasa asing terbaik, serta Father & Daughter untuk kategori film animasi pendek terbaik di tahun 2000.

Pernyataan filmmaker terkenal Belanda Johan Van der Kauken bahwa “movie is on top of all forms of art” [1] pun menghanyutkan imajinasi ini seberapa jauh seni film yang sangat dipuja.

Dan Belanda sadar betul jika film bagian dari jati diri dan seni dengan karakteristik lokal yang harus terus dipromosikan ke generasi berikutnya dan masyarakat dunia.

Cara pandang bangsa Belanda yang luas terkait film sebagai aset nasional itulah yang sepertinya memotivasi pendirian EYE Film Museum di Amsterdam, yang resmi dibuka 5 April 2012. Museum ini sebetulnya adalah hasil merger Holland Film, The Netherlands Instituut voor Filmducatle, The FilmBank dan The Film Museum (dulunya museum cinematography). Unifikasi ini seakan simbol upaya tak kenal lelah Belanda dalam memayungi berbagai kepentingan di dunia perfilmannya apapun genre filmnya.

      

Gambar: EYE Film Museum

EYE sama dengan “perpustakaan” nan luar biasa lengkap yang memanjakan para profesional dan penggemar film. Siapapun diyakini terhipnotis dengan koleksi 37.000 judul film, 60.000 poster, 700.000 foto dan slides [2], serta 1.900 majalah dan 30.000 buku [3]. Terdapat pula kumpulan soundtrack dan peralatan film baik kuno maupun modern. Mega koleksi tersebut termasuk film bisu Belanda pertama bergenre slapstick (komedi), Gestoorde Hengelaar yang diproduksi tahun 1896 dan film kartun asing, contohnya The Adventures of Mole garapan kartunis Ceko, Zdeñek Miler.

Tidak hanya itu, komitmen Belanda mengembangkan dunia perfilman tanpa diskriminatif secara total tercermin dengan kesediaan EYE untuk menampilkan hasil karya dari para sineas amatir sekalipun film tersebut bersifat dokumenter dan tidak terlalu terkenal. Tak lupa “ikatan batin” antara pengunjung dengan seni film ditingkatkan melalui penyelenggaraan pameran, workshop bahkan diskusi di EYE.

Di EYE keingin tahuan, ketertarikan dan rasa memiliki terhadap film diarahkan untuk terus berakumulasi jika menginjakkan kaki ke tiga ruangan berbeda yaitu:

Panorama yang memamerkan bermacam dokumentasi scene film digital layaknya album foto,
di sepanjang dinding ruangan. Pengunjung bisa mengubah tampilannya dengan panel kontrol berteknologi touch screen.

Gambar: Di dalam ruang Panorama

Pods, berkonsep kabin dengan sofa dan layar Cinemascope dimana pengunjung dapat melihat klip film baik scene per scene maupun secara utuh. Di sini pengunjung pun tak bosan dengan adanya kuis digital terkait dunia perfilman.

Playground, menyuguhkan instalasi interaktif dan atraktif yang menjelaskan sejarah perkembangan film.
Singkat kata, Belanda melalui EYE telah menjadi pioner pendirian museum film yang tidak hanya mampu mengarsipkan kembali film film dari periode paling kuno hingga kontemporer tetapi juga menyuguhkan integrasi antara konsep futuristik dan teknologi digital tinggi. Dua Jempol!

Referensi

[1] http://www.filmbirth.com/netherlands.html
[2] http://www.eyefilm.nl/en/collection/films
[3] http://cinematreasures.org/theaters/38265

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

One thought on “#034 Lupakan Sejenak Hollywood dan Bollywood. Belanda, Negara Cinta Film

  1. Pingback: Finalis Kompetiblog 2013 | KOMPETIBLOG 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s