KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#032 Belanda: Kiblatnya Pesepeda

1 Comment

Oleh Busyra Oryza

Bagi warga Jakarta waktu bersepeda paling asyik adalah saat weekend yaitu pada saat Car Free Day, tapi bagi masyarakat Belanda bersepeda menjadi kegiatan yang dilakukan untuk beraktifitas sehari-hari untuk menuju sekolah, kantor, dll. Sebanyak 30% penduduknya menggunakan sepeda sebagai alat tansportasi. Didukung dengan kondisi jalur sepeda yang baik, ada lebih dari 35.000 km jalur sepeda di Belanda.

 

Jalur sepeda di Groningen

Pengguna sepeda di Belanda terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari yang muda sampai tua, dari pelajar sampai pekerja, semua senang bersepeda. Apa yang membuat masyarakat Belanda sangat senang bersepeda? Mungkin alasannya adalah karena Belanda adalah negara yang kecil dengan populasi terpadat di Eropa, bayangkan saja apabila semua orang di Belanda menggunakan mobil maka yang terjadi adalah kemacetan yang luar biasa dan mungkin akan mengalahkan kemacetan di Jakarta. Selain itu kondisi geografis Belanda yang datar juga mendukung hal ini, jadi kita tidak akan menemukan tanjakan yang melelahkan di negeri kincir angin ini. Bersepeda menjadi pilihan yang rasional karena selain ramah lingkungan juga murah. Ada sekitar ±18 juta sepeda di negara dengan penduduk ±16,7 juta jiwa ini.

 

Jumlah sepeda di Belanda melebihi jumlah penduduknya

Dengan tingginya jumlah pengguna sepeda di negara Belanda, sehingga peneliti membuat terobosan yang kreatif dan satu langkah lebih maju untuk membuat para pesepeda selalu aman saat bersepeda di malam hari maupun saat musim dingin. Penerapan teknologi ini adalah untuk mendukung masyarakatnya agar terus menggunakan sepeda.

Garis jalan dengan teknologi “glowing in the dark” ini akan membuat pengendara semakin aman saat mengendarai kendaraannya saat malam hari. Dengan menambahkan bahan kristal yang dapat menyerap cahaya, garis jalan ini akan menyala dalam gelap saat menerima cahaya dari lampu LED. Penemuan ini selain meningkatkan keamanan dalam berkendara juga bisa meningkatkan minat masyarakat untuk bersepeda.

 

Teknologi glow in the dark pada garis jalan

Selain itu pemerintah Belanda berencana untuk menghangatkan jalur sepeda saat musim dingin. Dengan menggunakan teknologi panas bumi, membuat jalur sepeda tetap bisa dilalui dengan aman dan tidak licin karena salju/es. Cara kerjanya adalah “asphalt collector” akan menyimpan panas di dalam tanah saat musim panas yang kemudian akan digunakan untuk menghangatkan jalur sepeda saat musim dingin. Walaupun teknologi ini bukanlah teknologi yang murah karena dibutuhkan biaya investasi sebesar €20.000-€40.000 per kilometer namun dengan menggunakan teknologi ini dipercaya lebih menguntungkan karena akan mengurangi biaya kecelakaan, mengurangi biaya penggaraman jalan, serta mengurangi penggunaan mobil saat musim dingin.

 

Skema penghangatan jalur sepeda

Contoh tersebut bukan berarti kita harus meniru apa yang dilakukan pemerintah Belanda. Belajar dari negara Belanda, kita bisa melihat betapa pemerintah Belanda sangat serius memberikan keamanan dalam berkendara bagi warganya. Dengan meningkatnya pengguna sepeda, kemacetan di kota-kota besar akan berkurang dan juga membuat udara lebih bersih dari polusi. Mampukah kita menciptakan sistem transportasi yang efisien dan aman?

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

One thought on “#032 Belanda: Kiblatnya Pesepeda

  1. Artikel yang sangat Menarik Sekali dan Teknologi ini menurut saya bisa diterapkan di Indonesia….

    Semoga…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s