KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#031 Kreatif karena Keterbatasan

2 Comments

Oleh Busyra Oryza

Permasalahan yang melanda negeri kincir angin ini dari dulu adalah air, air, dan air. Ya, air sudah menjadi musuh utama negeri Belanda. Dengan wilayah yang kecil dan populasi yang padat, pemerintah Belanda terus melakukan riset dan mengembangkan teknologi untuk mencegah terjadinya banjir.

Sejak Abad ke-12 orang Belanda diketahui telah menggunakan kincir angin untuk menguras air dan membuat daratan buatan, selain itu juga orang Belanda telah membuat tanggul selama lebih dari 1000 tahun untuk menahan air. Namun ternyata tanggul-tanggul ini tidak cukup untuk menahan banjir yang terjadi pada tahun 1995 dikarenakan hujan deras, sehingga sungai Maas meluap dan memaksa ribuan warga untuk meninggalkan rumah mereka.

 

Banjir yang disebabkan meluapnya sungai Maas tahun 1995

Dengan kejadian banjir seperti itu, isu pemanasan global menjadi penting bagi warga Belanda karena bisa memicu kenaikan ketinggian air laut. Diperkirakan pada tahun 2100 ketinggian air laut akan naik sebesar 110 cm. Selain masalah ancaman banjir, bertambahnya jumlah penduduk membuat permintaan akan tempat tinggal baru terus bertambah. Kenaikan air laut, dan lahan tempat tinggal yang terus berkurang menjadi permasalahan yang kompleks dan harus sesegera mungkin dicari jalan keluarnya.

 

Rumah amfibi di Maasbommel

Dikarenakan pengalaman Belanda yang telah berjuang melawan air sejak lama maka mereka dikenal sebagai pemilik teknologi manajemen banjir terbaik di dunia. Bahkan sebuah software peramalan banjir Delft-FEWS yang digunakan oleh Badan Lingkungan di Inggris, dibuat oleh orang Belanda.

Tidak sampai disitu, pada tahun 2005 mereka membuat inovasi dalam dunia teknik arsitektur, sebuah perusahaan konstruksi Belanda Durma Vermeer membuat rumah yang bisa mengapung diatas air! Rumah-rumah ini terletak di daerah selatan Belanda yakni di Maasbommel provinsi Gelderland. Setiap rumah di desain untuk bisa mengapung saat banjir datang. Struktur dan rangka dari rumah amfibi ini dibuat ringan karena terbuat dari kayu agar bisa mengapung

 

Skema dan cara kerja rumah amfibi

Cara kerja rumah amfibi ini adalah ketika air sungai meluap dan mengisi pondasi rumah, secara otomatis rumah ini akan terangkat dan mengapung setinggi 4-6 meter dan akan kembali turun saat sungai menjadi normal. Rumah amfibi ini dipasang tiang secara vertikal yang menahan rumah-rumah tersebut untuk tetap berada di darat dan tidak hanyut terbawa air sewaktu naik dan turun. Dengan begitu pemilik rumah pun tidak perlu meninggalkan rumahnya saat banjir.

Mungkinkah rumah amfibi menjadi solusi bagi daerah yang sering dilanda banjir?

Dengan desain inovatif ini, Belanda telah mengambil satu langkah lebih maju dalam peperangan melawan air yang selalu mengintai negeri tulip ini. Rumah amfibi menjadi solusi alternatif apabila banjir datang. Dengan keterbatasan lahan ternyata membuat orang Belanda berpikir kreatif dan berhasil membuat sebuah inovasi baru dalam dunia teknik arsitektur.

Pembuatan rumah amfibi ini telah menjadi contoh bagi negara lain yang memiliki masalah dengan banjir seperti di Inggris yang juga berencana membangun rumah amfibi di tepi sungai Thames, apakah rumah amfibi ini juga bisa diterapkan di Jakarta?

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

2 thoughts on “#031 Kreatif karena Keterbatasan

  1. artikel yang menarik

  2. sangat inspiratif jika solusi rumah amphibi itu juga di implementasikan di Indonesia yang rawan banjir. over all, artikel ini sangat luar biasa! *standing applause*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s