KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#025 Saya Punya Pasukan Elit

Leave a comment

Oleh Faizal Syahrullah

“Membaca ialah jendela ilmu” memang begitu adanya, dulu saya hanya tahu kalau cikal bakal militer Indonesia hanya berasal dari pribumi didikan Jepang (PETA) dan Belanda (KNIL) yang masih punya jiwa dari ibu pertiwi ini.

 Oh ya! disini saya tidak punya TV, maklum lah saya anak kost, namun saya memiliki akses internet yang super melimpah di tempat magang saya. Waktu itu saat saya ber internet ria, terlintas di layar laptop saya berita mengenai KOPASSUS. Usut punya usut saya penasaran apa cuma berita buruk itu yang saya ingin lihat. Kemudian saya mencari tahu sejarah dari berdirinya pasukan elit tersebut. Dan tak disangka, ternyata perintis berdirinya pasukan elit yang di bangga-banggakan oleh bangsa ini adalah bekas perwira Belanda, dialah Rokus Bernardus Visser atauMochammad Idjon Djanbi. Idjon ialah warga negara sekaligus perwira dari angkatan bersenjata Belanda. Dia memutuskan untuk menjadi warga sipil di tanah bekas jajahannya sendiri, itu keputusan yang sangat berani saya pikir. Namun berbeda dengan pemikiran saya yang mengira dia akan menjadi musuh dari rakyat ibu pertiwi ini. Tapi dia mendapat perlakuan yang sebaliknya, dan memang begitulah seharusnya bunga di perlakukan, meskipun dia telah berhenti menjadi perwira, dia masih memiliki harum yang memikat sebagai bekas perwira. Dan karna keharuman tersebut tertariklah Kolonel A.E Kawilarang mengajak Idjon untuk merintis pasukan Komando. Disini Idjon berperan sangat penting menurut saya, dia melatih pemuda-pemuda bangsa ini sehingga menjadi tangguh dan… dan membuat saya tak bisa berkata-kata. Mungkin bisa di ibaratkan dia seperti ibu yang melatih bayinya yang baru lahir, mulai dari merangkak sampai ia bisa berlari. Tapi begitulah, anak tidak akan bisa membalas kasih ibu yang sepanjang jalan. Begitu juga dengan nasib Idjon, meskipun dia seorang bekas Belanda tapi dia telah melepaskan kewarganegaraannya dan bersatu dengan darah ibu pertiwi yang rela menumpahkan darahnya demi ibu pertiwi, itulah yang ada di pikiran saya saat membaca kisahnya. Namun Belanda tetaplah Belanda, itulah pemikiran yang ada dikepala orang-orang yang tidak suka dengan Idjon dimasanya. Akhirnya Idjon pun tersingkir dari pasukan bersenjata yang telah ia rintis dan ia besarkan.

 Akhirnya saya berkesimpulan, meski bukan sepenuhnya Belanda yang merintis kekuatan militer di Indonesia. Tapi tanpa seorang Idjon Djanbi Belanda tidak akan pernah ada, dan tidak akan pernah di sebut Belanda. Meski pun kecil nilai seorang Idjon Djanbi, dia seperti uang satu rupiah yang akan selalu dibutuhkan untuk menggenapi uang seratus rupiah. Terimakasih Idjon Djanbi, terimakasih Belanda, engkau pasti bangga jika melihat pasukan yang engkau didik telah menjadi salah satu pasukan elit dunia.

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s