KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#022 Laut dan Sahabatnya, Belanda

Leave a comment

Oleh Krisminda Purba

Belanda. Satu nama negara yang tidak akan pernah ‘mati’ dalam ingatan bangsa Indonesia. Hampir 350 tahun negara tersebut mendiami dan menjajah Indonesia. Tidak heran, Negeri Kincir Angin tersebut selalu memberikan sensasi emosional tersendiri bagi kita, bangsa Indonesia.

Mengenal lebih jauh tentang Belanda, tidak akan lengkap jika tidak dikaitkan dengan para tokoh-tokoh dunia kelahiran Belanda yang hingga sekarang karyanya masih dikagumi bahkan dikembangkan oleh dunia. Sebut saja Anthony van Leeuwenhoek, seorang ilmuan yang terkenal dengan pengembangan mikroskopnya yang sangat berperan penting dalam dunia mikrobiologi. Tak hanya ilmuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, Belanda juga melahirkan tokoh legendaris di bidang lain seperti olahraga, seni dan budaya.

Memiliki daratan yang berada di bawah garis permukaan laut, tidak menjadikan bangsa Belanda terpuruk dan tidak berkembang. Bangsa ini justru lebih banyak belajar dan mengembangkan segala yang mereka punya untuk memajukan negeri. Pertahanan yang kokoh yang dimiliki Belanda untuk menahan segala kemungkinan buruk yang disebabkan oleh laut di sekitar memang harus diacungi jempol. Kekurangan yang dimiliki justru menjadi cambuk bagi bangsa ini untuk dapat menghasilkan banyak inovasi.

Kemajuan teknologi yang terus dikembangkan oleh bangsa Belanda dalam mengatasi permasalahan yang ditimbulkan oleh air laut dapat dilihat dari pembangunan bendungan dan tanggul yang canggih. Kemajuan teknologi ini tentu saja tidak didapat secara instan. Tekanan akan ancaman laut yang kapan saja bisa merusak daratan, mendorong bangsa Belanda untuk membuat suatu pondasi yang lebih kuat untuk menahan air laut. Pengembangan konstruksi bendungan dan tanggul juga selalu diperhatikan dan dikembangkan dari masa ke masa hingga menjadikan Belanda sebagai negara dengan pembangunan konstruksi bendungan dan sistem pengairan terbaik dan diakui oleh dunia.

Indonesia, disisi lain, dianugerahi daratan dan kemakmuran alam yang sangat kaya. Namun, musibah dari laut seperti Tsunami, ombak besar, bahkan banjir, menjadi hal yang terus mengganggu dan masih harus terus dipelajari oleh bangsa Indonesia. Berkaca pada penjajahan Belanda, banyak peninggalan Belanda yang sebenarnya dapat dijadikan pembelajaran, misalnya pembuatan bendungan dan sistem pengaliran air yang dilakukan oleh bangsa Belanda di beberapa titik di Indonesia pada masa jajahannya. Namun hal ini belum bisa menyadarkan bangsa Indonesia untuk belajar dari negeri Kincir Angin tersebut. Indonesia, dengan kepadatan penduduk yang mencapai lebih dari 200 juta jiwa, masih tetap hidup dalam keegoisannya dan berlomba mengikuti persaingan kemajuan di era globalisasi, membangun gedung-dedung pencakar langit, tanpa dibekali pengetahuan yang matang tentang bendungan, tanggul dan sistem pengaliran air secara maksimal. Luas tanah dan hutan yang semakin sempit karena pembangunan secara terus-menerus akan mengurangi daya serap air, yang pada akhirnya hanya akan menambah rentetan musibah banjir dan ancaman baru, khususnya di kota-kota besar di Indonesia. Oleh sebab itu, ada baiknya kita sebagai bangsa Indonesia mau terus belajar dan peka akan kondisi lingkungan sekitar kita sehingga dapat memaksimalkan sumber daya manusia yang kita punya, belajar seperti Belanda.

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s