KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#011 Tata Kelola Air yang Ramah Lingkungan, Belanda Jagonya!

8 Comments

Oleh Zulfika Satria Kusharsanto

zulfika 5“Belanda itu negara dengan sistem pengelolaan air terbaik di dunia!”

Ya, mungkin seperti itulah opini yang sudah tertanam di pikiran orang-orang tentang Belanda. Negara-negara lain boleh unggul dan bersaing dalam hal tata kota, tapi kalau tata air saya rasa masih Belanda yang menjadi pionirnya.

Sumber: http://www.ecofriend.com/

Asal mula Belanda mempunyai sistem pengelolaan air yang sangat canggih ini berangkat dari kenyataan bahwa Belanda memiliki tinggi tanah yang berada di bawah permukaan air laut. Desakan kebutuhan permukiman akibat peningkatan penduduk di sekitar tahun 1000-an menjadikan wilayah permukiman harus semakin diperlebar dan tibalah di titik kawasan yang rawan terkena rob. Pada tahun 1250 pembangunan untuk mengatasi rob tersebut dimulai sebagai cikal bakal kejeniusan Belanda dalam mengelola sistem drainase.

 zulfika 6

Tinggi dataran Belanda yang mayoritas rendah

(Rijkswaterstaat Ministry of Infrastructure and Environment, 2011)

Ternyata Belanda tidak hanya memanfaatkan kecanggihan bendungan dan kincir angin saja dalam mengelola air. Belanda mempunyai sistem eco-drainage (diterjemahkan ekodrainase) yang sangat ramah lingkungan. Eco artinya ekologi yaitu hal berkaitan dengan alam, sedangkan drainase adalah “mengalirkan”. Selain mampu berkontribusi mengurangi peluang banjir, sistem ini mampu menjaga kualitas air. Ekodrainase berasal dari pemikiran eco-hidrology yang pertama kali dikenalkan tahun 1982 oleh peneliti Belanda, Van Wirdum. Pada dasarnya ia ingin menemukan keterkaitan antara unsur air dengan unsur vegetasi. Bertahun-tahun kemudian pemikiran ini berkembang menjadi sebuah sistem kelola air ramah lingkungan.

Memang bagaimana sih sistemnya?

Contoh implementasi ekodrainase ini dapat dilihat di Utrecht, kota tujuan summer course kompetiblog ini. Air hujan yang turun (English: stormwater) dipilah menjadi 2 yaitu air yang dianggap kotor dan air yang dianggap bersih. Air yang dianggap bersih itu contohnya air hujan yang mengalir dari atap rumah, sedangkan air kotor itu air yang jatuh dari permukaan jalan apalagi jalan yang penuh kendaraan bermotor. Air yang tergolong bersih tadi dialirkan ke suatu tanah rerumputan yang bernama “wadi”. Di sana air disaring rerumputan sehingga dapat langsung terserap ke dalam tanah. Pemerintah Utrecht sadar bahwa tidak semua air harus langsung dialirkan ke kanal dan sungai kemudian ke laut. Volume air buangan mengalir (run-off) harus dikurangi agar tidak terlalu membebani sistem bendungan di tepi laut.

zulfika 7

Wadi, tanah rerumputan untuk resapan dan infiltrasi air hujan (http://sl.life.ku.dk)

 Selain memanfaatkan Wadi, Pemerintah Kota Utrecht di Leidsche Rijn (sebuah area perumahan di tepi barat kota) memanfaatkan median jalan dari bahan paving. Ya, sistem ini yang sudah sering diimplementasikan di Indonesia. Tujuannya agar air-air yang turun tadi bisa langsung terserap ke dalam tanah. Jadi Pemerintah Belanda tidak hanya berorientasi saja kepada “bagaimana cara mengalirkan air buangan”, tetapi juga “bagaimana membangun daerah resapan air yang berkelanjutan”.

 zulfika 8

Jalan paving yang mampu menyerap air (http://sl.life.ku.dk)

Kecanggihan sistem tata kelola air Belanda ini berdampak positif. Dalam kurun waktu puluhan tahun, Belanda terakhir mengalami banjir besar tahun 1953. Memang pada tahun 2012 lalu negara-negara di Eropa terkena bencana badai luar biasa yang mengakibatkan banjir, termasuk Belanda. Itu pun karena ada ancaman tanggul yang ada kemungkinan akan jebol. Tapi tahukah banjir yang dimaksud seperti apa? Hanya setinggi di bawah mata kaki! Terutama di kawasan pesisir Belanda yang dimanfaatkan sebagai areal pertanian di sebelah barat Belanda. Kalau di Indonesia mungkin itu masih dianggap becek kali ya, hehehe.

 zulfika 9

  (http://www.bbc.co.uk/news/world-europe-16425004)

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

8 thoughts on “#011 Tata Kelola Air yang Ramah Lingkungan, Belanda Jagonya!

  1. woww! informatif sekalii.. smoga menang!

  2. kejeniusan belanda dalam sistem eco-drainage emang jadi kiblat para environmental engineer. great posting.

    • Iya ini awal mulanya ambil tema postingan ini gara2 mau dipake bahan buat penelitian tesis. Ternyata riset-riset (baca: googling) banyak banget best practice dari Belanda. Tmks ya Ayu komennya🙂

  3. inspiratif untuk di jalankan,, cuman kalau di indonesia sepertinya masih susah diterapkan, bukan karena dana tapi karena memang SDM kita yg masih sedikit yg memahami terutama utk pemeliharaan dan tanggung jwab dalm perlindungan..

    good job zul,, sukses ya😀

  4. wow… keren🙂
    sangat bermanfaat infonya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s